Categories

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

10 Tahun Lalu Tersesat Di sini...





Jawa Tengah bagian selatan memiliki kondisi geografi yang unik, mengingat batas alam disana adalah sebuah Samudera luas hingga ke ZEE antara Indonesia, laut Internasional dan Australia. Mulai dari Kabupaten CIlacap-Kebumen-Purworejo hingga DIY. Begitu banyak keunikan alam ternyata mampu menjadi objek wisata yang sangat memuaskan mata dan jiwa. Puluhan objek wisata berjajar dari ujung Barat sampai Timur. Salah satunya Gua Petruk. Tulisan ini dibuat setelah kali ketiga saya berkunjung ke tempat ini. (Gua-EYD-KBBI)


Gua Petruk, terletak di desa Candi Renggo, kecamatan Ayah,  Kebumen. Gua Petruk adalah gua karst (kapur) yang terbentuk sejak ribuan tahun lalu dan baru ditemukan pada tahun 1970an (info dari guide). Gua ini masih tergolong aktif karena dimensi stalagtit dan stalagmit masih terus bertambah. Gua ini memiliki panjang 350m dan berlantai tiga. What?? 3 lantai? Ya, struktur berlapis dan berlantai akibat jalan untuk menembus sampai dengan ujung gua bukan melalui satu lantai, tapi kadang harus masuk naik ke atas, ke dalam lantai tanah atau bahkan lubang serupa sumur.

Di mulut gua terdapat ruang yang cukup luas dan sungai kecil yang mengalir dari dalam gua. Air berasal dari perbukitan ujung gua yang mengalir sepanjang lorong gua atau dengan kata lain jalan air itu adalah jalan menuju sisi ujung luar gua. Akibat dari air yang terus mengalir, terbentuklah aliran sungai dengan batu pijakan lantai kiri kanan menjadi berlumpur licin. Ketika hujan turun, air mngalir cukup deras dan mencapai pinggang orang dewasa bahkan harus menyelam untuk melalui lorong tertentu. Tidak begitu jauh dari mulut gua, intensitas cahaya sudah menurun alias mulai gelap. Posisi ini cukup baik bagi ribuan kelelawar bersemayam sepanjang hari. Alhasil, ruang tersebut menjadi ujian yang berat ketika ruangan menjadi gelap, berlumpur, tsedikit oksigen dengan bau amoniak menyengat dari kotoran kelelawar. Tak sedikit yang tidak mampu bertahan, pusing, mual bahkan muntah. hehehe..tapi alhamdulillah tim kita kuat..


Sedikit cerita ke masa lalu, sekitar bulan September tahun 2002. Saat itu adalah kunjungan kedua bagi saya. Kali kedua tersebut bukanlah datang dengan tujuan berwisata tetapi dalam rangka "Diklat Dasar Jawapala" bagi junior-junior calon anggota pecinta alam SMA kami dan saya salah satu senior yang bertanggung jawab atas sesi "caving" kali ini. Ada banyak senior, sekitar 15 orang saat itu tapi penanggung jawab sesi caving hanya dua orang, saya dan Tuslim, sisanya mengawal setiap grup junior. Karena Tuslim lebih kenal medan, dia bertugas sebagai leader dan saya "penyapu" alias paling belakang untuk mencegah ada junior yang tertinggal. Ada cerita seru dalam acara caving waktu itu. Namanya juga caving, kami telusuri setiap jengkal lorong sampai sisi sebalik ujung gua mulai dalam kondisi cuaca hujan. Kondisi lorong sangat licin, air yang terus mengalir, gelap dan oksigen yang terbatas. Satu demi satu keindahan isi gua terkuak dan benar-benar mengilangkan suasana mencekam. Tak jarang kami harus membungkuk, jalan jongkok, merayap bahkan berkubang melawan derasnya arus. Tak sedikit yang cedera entah itu terkantuk dinding batu, terjatuh, luka tergores batu, bahkan yang paling menyeramkan adalah tersesat. Setelah menempuh hampir 2 jam perjuangan akhirnya kami sampai dengan selamat di sisi ujung gua alias tembus.. hurraaaaaayyyyyy.. Lucunya adalah ketika melihat rupa penampakan rekan-rekan dan junior tak ada satu pun yang lepas dari lumpur yang membasahi setiap senti badan mereka. Karena cuaca terus hujan dan debit air terus meningkat maka kami putuskan untuk segera kembali.. Ya kembali berkubang..hehehe...

Di tengah perjalan pulang, dalam kepayahan dan kondisi rute yang mulai berat semakin menguji ketahanan kami. Bagi saya dan Tuslim ini adalah beban berat bagaimana menjaga motivasi junior-junior sekaligus memberi "sedikit" pelajaran dari alam. Konsentrasi kami pun mulai menurun. Terbukti saat mencoba menembus lantai demi jalan pintas terjadi kesalahan diantara kami. Ada rute asing yang tidak seharusnya kami lewati alias kami........TERSESAT... Kami saling bertemu dan melingkar di tempat yang sama atau dengan kata lain kami hanya memutar, serasa terjebak labirin. Derasnya aliran air semakin membuat panik kami semua. Inilah ujian bagi kami berdua sebagai penanggung jawab. Kami minta semua diam dan tenang di tempat. Saya dan Tuslim mencoba kembali mengulangi rute pindah lantai sebelumnya. Dengan penerangan sisa, kadang jalan buntu yang kami temukan. Benar-benar buntu dan sadarlah kami saat itu tidak membawa guide lokal. pikiran buruk sudah bergemuruh memenuhi isi kepala. Ya Alloh.. beri kami petunjuk, doa-doa pendek kami panjatkan. Selang lima belas menit Tuslim bisa mengingat kembali kesalah kita mengambil rute. Ternyata tak semua jalan pintas itu memudahkan... kadang justru menyusahkan.


 Dengan terus memanjatkan doa disertai keyakinan yang kuat untuk selamat.. akhirnya kami mampu menempuh perjalanan kembali ke mulut gua. Alhamdulillah... Benar-benar luar biasa pengalaman saat itu yang tak mampu tergambar dari tulisan ini. Memang caving adalah salah satu sesi berat dalam materi diksar. Ya cerita itu menjadi kenangan manis dari Gua Petruk karena tak semua orang mampu menembus dan kembali menyusuri rute-rute keindahan kanan-kiri dinding gua.

Ini salah satu bentuk karst yang unik. Tebak coba ini mirip apa?
hmmm... ngeri ya.. tapi alam ini memang penuh keajaiban tak terkecuali satu titik di dalam sebuah lorong gua yang gelap sebagai bukti memang Maha Kuasa Pencipta alam raya ini..
ah.. Sayang tak banyak tempat indah yang dapat kami rekam dengan kamera karena intensitas cahaya tak mampu menampilkan bayangan nyata. Namun, keindahan itu masih terekam dalam memori tubuh ini untuk selamanya. 




Narsis setelah sedikit "napak tilas".. Gilang, saya dan Ade. Lho, Noven mana.. sorry yo Ven.. malah moto..








Selamat tinggal Gua Petruk.. terima kasih telah menjadi "Rendezvous" memori masa lalu dan jiwa ini.. (starter motor dan cuss kita.... c u next page hihii..)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pantai Menganti, Tanah Lot Kw2


Sama seperti tulisan sebelumnya, tempat ini juga sengaja kembali kukunjungi sebagai pelepas rindu masa-masa SMA dengan jiwa explorer yang... (bukan Dora ya).. Sebelum berceritera baiknya pamer keindahannya dulu ya.. check this out pren.. 

Gambar ini ada view pertama setelah melewati sekian bukit Karang Dhuwur sampai ke bukit terakhir sebelum pantai Menganti. Perjalanan cukup sulit karena hanya menggunakan sepeda motor bebek  berdua untuk medan yang cukup ekstrem. Pantai Menganti adalah salah pantai diantara belasan pantai indah yang berjajar dari dari Barat ke Timur setelah pantai Nusakambangan. Kalau diurut pertama adalah Teluk Penyu, Karangkandri, Bunton, Selok, Srandil, Karanganyar, Karang Pakis, Widarapayung, Jetis, Logending dan Menganti.  


Penampakan setelah setengah jam "riding the hills" lumayan capek tapi terbayar dengan indahnya pemandangan disana. Backgroun adalah dinding perbukitan kapur yang curam membatasi laut dan darat. TTerdapat gua-gua tempat walet tinggal dan berdiam. Jalanan kesana sangant ekstrem dan sebenarnya bagus. Hanya saja belum ada kesempatan dan kawan yang sanggup menghadapi rutenya. Jalan yang tersedia hanya jalan setapak tanah dengan bukit yang curam dan dapat ditempuh sekitar 1 jam dari bukit pantai ini.






Selain sebagai tempat wisata, pantai Menganti adalah salah satu pantai pendaratan perahu nelayan pencari ikan tipe kecil dan tradisional. Sehari-hari justru lebih banyak berfungsi sebagai dermaga dan pasar ikan. Di sana juga terdapat Tempat Pelalangan Ikan.



Ini kami bertiga, bagian dari persahabatan yang terbentuk saat kami ditempat di kampus BDK Jogja, Kebendaharaan Negara tujuh tahun silam. Kami bertiga adalah bagian dari genk "ngKapak Merah". Lengkapnya ada Adit dan Epri Purbalingga, Gilang Banyumas, Erul Purwokerto, Noven dan Wahid Pemalang, serta aku sendiri.. "ora ngapak, ora kepenak"






Terdapat satu bauh mercusuar penanda pantai ini. Adanya mercusuar disebabkan pantai ini menjadi salah satu pelabuhan pendaratan, sakalipun hanya perahu ikan kecil. Ada cerita lucu disini. Tinggi dasar bangunan mercusuar sekitar 2 meter. Kondisi tangga yang rusak menyulitkan kami untuk bisa naik. hehehe satu-demi satu kami berempat mencoba dan hanya aku yang bisa.. hehehe ternyata kelenturan hasil latihan kungfu dulu masih ada sisa untuk menaiki bangunan yang lebih tinggi dari tinggi badanku sendiri.









  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rekonsiliasi mendahului Konsolidasi


Bogor, 15 Januari 2013

Kesalahan ini berulang lagi. Memang baru tahun ketiga rekonsiliasi aset tetap dilaksanakan sebagai konsekuensi pengalihan wewenang DJPbN kepada DJKN. Tetapi kritik atas perubahan berulang atas Laporan posisi keuangan khususnya aset tetap juga kali ketiga terjadi. Berutung bagi satker yang tidak ada transaksi antar entitas dalam satu unit. Cukup menyebalkan kalau koreksi Laporan posisi keuangan dilakukan setelah rekonsiliasi, Aneh!!

Kalau diruntut secara teori, rekonsiliasi aset dan keuangan haruslah dilakukan setelah konsolidasi dilakukan dalam entitas-entitas dalam satu unit, agar transaski resiprokal terhapus dari laporan posisi entitas/unit. Tetapi yang terjadi, konsolidasi mensyaratkan berita acara rekonsiliasi aset dan keuangan dalam data dukung konslidasi. Kemudian hasil akhir atau hasil koreksi di jadikan bahan utama laporan Unit dan satker masing-masing. Ya kalau transaksi lurus-lurus saja, nah kalau ada perubahan? Rekonsiliasi aset dan keuangan ulang!!!!!! Bingung saya harus bagaimana, bukan tak mau rekonsiliasi ulang tapi kenapa kami yang di lapangan jadi korban egosentris dua instansi saudara sendiri. Bener-bener tak paham apa mereka tak pernah mendengar kritik kami di pelaksanaan. Semua minta segera tapi justru prosedur memutar semuanya. Sampai kapan akan terus begini... Negriku oh.. semoga para pimpinan mengerti keluhan kami..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

5cm (dari maut)


Bintaro, 12 Januari 2013

Cuaca panas cukup membuat keringat terperangkap dalam jaket tebal pelindung angin saat bermotor. Sabtu siang, seperti biasa selepas dhuhur ada sedikit kesibukan mencari tambahan rizki demi menjaga naluri pedagang yang ada dalam diri. Ya, alhamdulillah ada sedikit pesanan teman-teman kantor untuk beberapa herbal dan madu. Lumayan keuntungan bisa untuk menutup kebutuhan herbal bulananku sendiri. 

Jalanan cukup lancar, Senen-Senayan-Kebayoran-Bintaro relatif lancar. Motor tak perlu dipacu kencang karena jalanan cukup lengang membuat perjalanan terasa tak lama. Sampai pertigaan Organon Bintaro masih lancar hingga depan kantor Bank Mandiri Sektor I. Tepat tikungan menuju perempatan sektor 2, jalanan depanku kosong dan menurun. 


"..Wush.. sstttttttttt.. prak prak.., byurrr..." Suara melengking itu sontak membuat kaget orang-orang di jalanan. Beberapa petugas patroli keaman bergegas mendekati sumber suara tadi. Langsung bangun dan kuperiksa tas dan badan saya. Alhamdulillah hanya luka di siku kanan dan lutut kanan. Jaket tebal pun koyak tak sanggup menahan goresan lantai aspal jembatan. Hampir satu menit aku bingung mencari di mana motorku, apa terlempar ke kanan jalan, kiri jalan atau... ternyata terlihat terbalik di jalur irigasi aliran air jembatan kecil"

Kronologi
Jalur kiri menuju sektor II sebelum perempatan memang kosong. Kecepatan motor 60km/jam. Lima meter sebelum jembatan sebuah metromini 71 putar balik memotong jalurku. Tak ada kesempatan untuk mengerem dan kuputuskan untuk keluar jalur menghindari benturan dengan badan bus. Keluar jalur dengan kondisi tak terkendali sampai menabrak pembatas jalan terakhir sebelum penghalang jembatan. Alhamdulillah masih diberi kemampuan untuk rol ke kanan walapun sedikit benturan di kepala. Ternyata masih ada reflek "tawe rol kera" hasil latihan kungfu dulu. hiiaatttt.. Alhasil, motor tak tertahan terjun bebas terbalik ke jalur air jembatan. Kondisi motor patah velg depan, hancur lampu dan penutup odometer, sobek jok dan stang bengkok. bisa dibayangkan kerasnya benturan dengan pembatas jalan. Tak terbayangkan jika aku tak bisa melompat ke aspal jembatan, mungkin sudah jatuh terjerembab ke jembatan setinggi 3 meter yang cukup deras airnya.

Menyadari kondisi demikian, aku hentikan dan kusuruh turun sopir dan kenek metromini itu. Mereka turun dengan tampang tanpa bersalah. Aku pun tak bisa ditindas begitu saja. Kutanggapi apa kata-kata dia, yang jelas mereka akhirnya mau mengambil motorku dari bawah jembatan. Selanjutnya aku gertak dia untuk mengembalikan kondisi motor seperti semula, mereka pun tak bisa mengelak. Hampir dinaikan motorku ke atas metromini, dengan sengaja aku minta mereka turunkan lagi motorku. Terlihat bukan itikad baik atau rasa  ikhlas sebagai tanggung jawab atas kesalahan dia. Satu yang ingin kutekankan si sopir itu adalah kesadaran dia telah bersalah melanggar. Dengan paksaan di depan umum, aku jadikan pernyataan bahwa dia bersalah sebagai syarat selesainya perkara. Akhirnya aku bebaskan mereka dari segala tuntutan mengingat macet semakin parah di jalan karena massa yang melihat ketegangan kami.


Petugas patroli mengantarkan aku ke pos kemanan, diminta istirahat dan tenang. Sambil menunggu teman-teman kantor datang, aku sempatkan berbincang dengan penjaga. Lima belas menit berselang anak-anak kantor datang, Mike, Bambang, Maya, Rini, dan Wahyu. Mereka datang dengan senyum dan ketawa lebar karena dianggap wajar kalau aku jatuh dan motor rusak parah. hehehe.. walaupun dianggap suka ngebut tapi bersyukur baru sekali ini aku jatuh. Malah foto-foto pula di atas penderitaanku... Akhirnya, mobil patroli Toyota Hilux mengantarku pulang sekaligus ke bengkel.. Bersyukur aku hanya mengalami luka kecil tidak seperti bayangan orang-orang yang heran melihat kondisi jatuhnya motorku. Terima kasih petugas dan teman-teman kantor yang telah membantu meringankan bebanku..





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Belum selesai


Tiba-tiba ponselku berdering tanda sebuah pesan diterima. Sekadar kulirik layar ponsel sampai kudapati nama pengirimnya. Oh, dr dia temen lama.. Tak sampai kubuka pesan krn pesan yg masuk tidak se-urgen kebutuhanku tuk segera menata diri. Ya hari ini hari minggu dan terbentuk formasi 8.45 jam dinding pagi itu. Kumasukkan ke dalam tas ponsel dan netbok sembari berkemas utk Lembur!! Sudah sejak jumat kantor disibukan urusan laporan ini dan itu. Hidupkan mesin motor dan langsung ku menuju kantor.
kantor trlihat sepi dan dingin menyambutku. Sedikit gontai langkahku sambil membaca pesan dr temanku lg. ngat masa-masa sma memang masa paling indah, setidaknya sekedar mengingat hari-hari dilalui tanpa beban yg berarti. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Blog Baru

Dalam rangka menyalurkan hobi menulis dan membagi ruang tulisan sesuai tema, dengan ini saya resmikan blog baru dengan judul "Tulis Saja" pada alamat www.tulisanshor.blogspot.com. Semoga blog baru ini dapat menjadi sarana positif dalam berbagi untuk saya pribadi dan orang lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sample text

About This Blog

Lorem Ipsum

Lorem Ipsum

Lorem

Lorem

Ads 468x60px

Popular Posts

Social Icons

Followers

About Me

Foto Saya
Roy Anshor
90% tukang tidur, 9% tukang ketik, 1% akuntan..
Lihat profil lengkapku

Featured Posts