Categories

Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

5cm (dari maut)


Bintaro, 12 Januari 2013

Cuaca panas cukup membuat keringat terperangkap dalam jaket tebal pelindung angin saat bermotor. Sabtu siang, seperti biasa selepas dhuhur ada sedikit kesibukan mencari tambahan rizki demi menjaga naluri pedagang yang ada dalam diri. Ya, alhamdulillah ada sedikit pesanan teman-teman kantor untuk beberapa herbal dan madu. Lumayan keuntungan bisa untuk menutup kebutuhan herbal bulananku sendiri. 

Jalanan cukup lancar, Senen-Senayan-Kebayoran-Bintaro relatif lancar. Motor tak perlu dipacu kencang karena jalanan cukup lengang membuat perjalanan terasa tak lama. Sampai pertigaan Organon Bintaro masih lancar hingga depan kantor Bank Mandiri Sektor I. Tepat tikungan menuju perempatan sektor 2, jalanan depanku kosong dan menurun. 


"..Wush.. sstttttttttt.. prak prak.., byurrr..." Suara melengking itu sontak membuat kaget orang-orang di jalanan. Beberapa petugas patroli keaman bergegas mendekati sumber suara tadi. Langsung bangun dan kuperiksa tas dan badan saya. Alhamdulillah hanya luka di siku kanan dan lutut kanan. Jaket tebal pun koyak tak sanggup menahan goresan lantai aspal jembatan. Hampir satu menit aku bingung mencari di mana motorku, apa terlempar ke kanan jalan, kiri jalan atau... ternyata terlihat terbalik di jalur irigasi aliran air jembatan kecil"

Kronologi
Jalur kiri menuju sektor II sebelum perempatan memang kosong. Kecepatan motor 60km/jam. Lima meter sebelum jembatan sebuah metromini 71 putar balik memotong jalurku. Tak ada kesempatan untuk mengerem dan kuputuskan untuk keluar jalur menghindari benturan dengan badan bus. Keluar jalur dengan kondisi tak terkendali sampai menabrak pembatas jalan terakhir sebelum penghalang jembatan. Alhamdulillah masih diberi kemampuan untuk rol ke kanan walapun sedikit benturan di kepala. Ternyata masih ada reflek "tawe rol kera" hasil latihan kungfu dulu. hiiaatttt.. Alhasil, motor tak tertahan terjun bebas terbalik ke jalur air jembatan. Kondisi motor patah velg depan, hancur lampu dan penutup odometer, sobek jok dan stang bengkok. bisa dibayangkan kerasnya benturan dengan pembatas jalan. Tak terbayangkan jika aku tak bisa melompat ke aspal jembatan, mungkin sudah jatuh terjerembab ke jembatan setinggi 3 meter yang cukup deras airnya.

Menyadari kondisi demikian, aku hentikan dan kusuruh turun sopir dan kenek metromini itu. Mereka turun dengan tampang tanpa bersalah. Aku pun tak bisa ditindas begitu saja. Kutanggapi apa kata-kata dia, yang jelas mereka akhirnya mau mengambil motorku dari bawah jembatan. Selanjutnya aku gertak dia untuk mengembalikan kondisi motor seperti semula, mereka pun tak bisa mengelak. Hampir dinaikan motorku ke atas metromini, dengan sengaja aku minta mereka turunkan lagi motorku. Terlihat bukan itikad baik atau rasa  ikhlas sebagai tanggung jawab atas kesalahan dia. Satu yang ingin kutekankan si sopir itu adalah kesadaran dia telah bersalah melanggar. Dengan paksaan di depan umum, aku jadikan pernyataan bahwa dia bersalah sebagai syarat selesainya perkara. Akhirnya aku bebaskan mereka dari segala tuntutan mengingat macet semakin parah di jalan karena massa yang melihat ketegangan kami.


Petugas patroli mengantarkan aku ke pos kemanan, diminta istirahat dan tenang. Sambil menunggu teman-teman kantor datang, aku sempatkan berbincang dengan penjaga. Lima belas menit berselang anak-anak kantor datang, Mike, Bambang, Maya, Rini, dan Wahyu. Mereka datang dengan senyum dan ketawa lebar karena dianggap wajar kalau aku jatuh dan motor rusak parah. hehehe.. walaupun dianggap suka ngebut tapi bersyukur baru sekali ini aku jatuh. Malah foto-foto pula di atas penderitaanku... Akhirnya, mobil patroli Toyota Hilux mengantarku pulang sekaligus ke bengkel.. Bersyukur aku hanya mengalami luka kecil tidak seperti bayangan orang-orang yang heran melihat kondisi jatuhnya motorku. Terima kasih petugas dan teman-teman kantor yang telah membantu meringankan bebanku..





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar

Sample text

About This Blog

Lorem Ipsum

Lorem Ipsum

Lorem

Lorem

Ads 468x60px

Popular Posts

Social Icons

Followers

About Me

Foto Saya
Roy Anshor
90% tukang tidur, 9% tukang ketik, 1% akuntan..
Lihat profil lengkapku

Featured Posts