Sama seperti tulisan sebelumnya, tempat ini juga sengaja kembali kukunjungi sebagai pelepas rindu masa-masa SMA dengan jiwa explorer yang... (bukan Dora ya).. Sebelum berceritera baiknya pamer keindahannya dulu ya.. check this out pren..
Gambar ini ada view pertama setelah melewati sekian bukit Karang Dhuwur sampai ke bukit terakhir sebelum pantai Menganti. Perjalanan cukup sulit karena hanya menggunakan sepeda motor bebek berdua untuk medan yang cukup ekstrem. Pantai Menganti adalah salah pantai diantara belasan pantai indah yang berjajar dari dari Barat ke Timur setelah pantai Nusakambangan. Kalau diurut pertama adalah Teluk Penyu, Karangkandri, Bunton, Selok, Srandil, Karanganyar, Karang Pakis, Widarapayung, Jetis, Logending dan Menganti.
Penampakan setelah setengah jam "riding the hills" lumayan capek tapi terbayar dengan indahnya pemandangan disana. Backgroun adalah dinding perbukitan kapur yang curam membatasi laut dan darat. TTerdapat gua-gua tempat walet tinggal dan berdiam. Jalanan kesana sangant ekstrem dan sebenarnya bagus. Hanya saja belum ada kesempatan dan kawan yang sanggup menghadapi rutenya. Jalan yang tersedia hanya jalan setapak tanah dengan bukit yang curam dan dapat ditempuh sekitar 1 jam dari bukit pantai ini.
Selain sebagai tempat wisata, pantai Menganti adalah salah satu pantai pendaratan perahu nelayan pencari ikan tipe kecil dan tradisional. Sehari-hari justru lebih banyak berfungsi sebagai dermaga dan pasar ikan. Di sana juga terdapat Tempat Pelalangan Ikan.
Ini kami bertiga, bagian dari persahabatan yang terbentuk saat kami ditempat di kampus BDK Jogja, Kebendaharaan Negara tujuh tahun silam. Kami bertiga adalah bagian dari genk "ngKapak Merah". Lengkapnya ada Adit dan Epri Purbalingga, Gilang Banyumas, Erul Purwokerto, Noven dan Wahid Pemalang, serta aku sendiri.. "ora ngapak, ora kepenak"
Terdapat satu bauh mercusuar penanda pantai ini. Adanya mercusuar disebabkan pantai ini menjadi salah satu pelabuhan pendaratan, sakalipun hanya perahu ikan kecil. Ada cerita lucu disini. Tinggi dasar bangunan mercusuar sekitar 2 meter. Kondisi tangga yang rusak menyulitkan kami untuk bisa naik. hehehe satu-demi satu kami berempat mencoba dan hanya aku yang bisa.. hehehe ternyata kelenturan hasil latihan kungfu dulu masih ada sisa untuk menaiki bangunan yang lebih tinggi dari tinggi badanku sendiri.







0 komentar:
Posting Komentar